Studi kelayakan

8 11 2011

Bagaimana cara  memberikan penilaian akan manfaat suatu usaha tertentu dengan objektif.

Caranya adalah dengan membuat evaluasi proyek/studi kelayakan, Proses penilaian seperti ini menjadi sangat penting, karena menjadi indikator apakah usaha yang direncanakan tersebut akan berhasil atau tidak ?

Kegiatan menilai/studi sejauh mana manfaat yang diperoleh dengan melaksanakan suatu usaha/proyek disebut sebagai studi kelayakan/feasibility study. Dalam studi kelayakan dipelajari segala persyaratan untuk berdiri dan berkembangnya suatu usaha atau proyek. Hasilnya merupakan bahan pertimbangan dalam mengambil suatu keputusan apakah suatu gagasan usaha/proyek yang direncanakan akan ditolak (No Go) atau diterima (Layak/Go).

Perencanaan, Proyek, dan Program

Keberhasilan  suatu  kegiatan  usaha  sering  ditentukan  oleh  faktor perencanaan.  Sering dikatakan  bahwa  perencanaan  yang  baik  menjadikan  suatu  pekerjaan  telah  selesai. Pengertian  baik  adalah  jika  perencanaan  yang  dibuat  tepat  (alasan,  tujuan,  kegunaan, sasaran, metode, relevan), efektif (dapat dilaksanakan) dan efisien (waktu tenaga dan biaya). Perencanaan sebaiknya tertulis, karena dokumen merupakan hal yang penting, juga ingatan manusia sifatnya terbatas.

Proyek berasal dari kata project yang mengandung pengertian antara lain : rencana atau desain tertentu, pelaksanaan suatu program, gagasan atau ide, pekerjaan, atau dapat pula merupakan suatu tugas yang harus diselesaikan dengan cara dan kurun waktu tertentu. Dengan demikian pengertian proyek mengandung unsur perencanaan dan usaha yang akan datang untuk mencapai tujuan tertentu.

Suatu kegiatan yang berbentuk proyek sangat berbeda dengan suatu kegiatan operasional rutin, karena suatu proyek sifatnya sementara, dalam kurun waktu tertentu, dengan alokasi sumberdaya tertentu, serta tugas yang  dijalankan  sudah  mempunyai sasaran yang jelas. Dengan demikian suatu proyek memiliki ciri-ciri pokok sebagai berikut :

a.   Memiliki tujuan yang khusus

b.   Membutuhkan  biaya,  sumberdaya,  jadwal kerja,  dengan  kriteria  mutu  hasil yang telah dirumuskan terlebih dahulu.

c.    Kegiatan bersifat temporer, artinya umurnya dibatasi oleh selesainya tugas. Titik awal kegiatan dan akhir kegiatan ditentukan dengan jelas.

d.   Kegiatan  sifatnya  tidak  rutin  atau  tidak  berulang,  jenis  dan  intensitas  kegiatan berubah hanya sepanjang proyek berlangsung.

Dibandingkan dengan kegiatan operasional rutin, proyek bertujuan mewujudkan atau membangun  sistem  yang  belum  ada,  kemudian  bila  sudah  terbangun  baru  masuk  pada tahapan operasional rutin.

  • Proyek : “an invesment of the minimum size that is economically and technically feasible”.
  • Proyek adalah setiap usaha yang memerlukan biaya dan menghasilkan manfaat
    • Proyek   merupakan   suatu   kegiatan   yang   mengeluarkan   biaya   dengan   harapan memperoleh hasil/manfaat.
    • Proyek merupakan wadah untuk melakukan kegiatan perencanaan, pembiayaan, dan pelaksanaan.
    • Proyek  merupakan  usaha  yang  direncanakan  sebelumnya,  memerlukan  sejumlah biaya, atau masukkan lain, untuk mencapai tujuan tertentu dilaksanakan dalam kurun waktu tertentu.

Menurut Gittinger (1986) proyek adalah suatu kegiatan investasi yang mengubah sumber- sumber  modal untuk  menciptakan  aset yang  diharapkan  dapat  memberikan  keuntungan setelah beberapa periode. Proyek sifatnya sangat komplek, merupakan kumpulan kegiatan yang memanfaatkan modal (sumberdaya) untuk memperoleh keuntungan.

Karena sebelumnya direncanakan maka segala aspek yang relevan harus dipertimbangkan supaya tujuan dapat dicapai secara efektif dan efisien, mengurangi/ menghindari pemborosan teknis, ekonomis, adminitratif, politis, psikologis atau sosial.

Pada suatu kelembagaan kegiatan yang dilakukan sering pula dikatakan sebagai program. Secara  umum  program  sifatnya  sama  dengan  proyek,  namun  pada  umumnya  program memiliki  skala  kegiatan  yang  lebih  besar,  dari  aspek  sumberdaya,  waktu  penyelesaian maupun  kegiatannya.      Program  dapat  dipecah  menjadi  berbagai  proyek  atau  kumpulan proyek sering disebut program.

Dalam evaluasi proyek terdapat analisis yang berbeda untuk masing-masing kasus.  Kasus pertama menyangkut analisis ekonomi, sedangkan kasus kedua menyangkut analisis finansial.

  • Analisis Ekonomi

Proyek yang dinilai dari sisi social benefit/economic benefit adalah proyek yang benefitnya dihitung dari sisi manfaat yang dihasilkan proyek terhadap perkembangan perekonomian masyarakat secara menyeluruh. Proyek seperti ini lebih mengutamakan pada penilaian kelayakan social benefit/economic benefit, pada berbagai kesempatan sering disebut dengan analisis evaluasi proyek/ Project Appraisal

  • Analisis Finansial

Proyek yang dinilai dari sisi financial benefit adalah proyek yang benefitnya dihitung dari sisi penanaman modal yang diberikan untuk pelaksanaan usaha/proyek tersebut, dimana sasarannya adalah hasil dari investasi yang ditanamkan pada proyek tersebut.

Proyek yang lebih mengutamakan pada penilaian kelayakan financial benefit sering disebut dengan analisis studi kelayakan bisnis. Kegiatan bisnis memiliki karakteristik, tidak hanya membangun proyek, tapi juga mencakup operasionalisasinya dalam berbagai aspek bisnis, antara lain layanan pasar potensial, pangsa pasar, kepuasan konsumen, persaingan pasar, pemasok dan aspek lainnya.

Pelaksanaan Studi Kelayakan/ Evaluasi Proyek

Studi Kelayakan/ Evaluasi Proyek dapat dilakukan terhadap :

a.   Usulan proyek atau usaha yang akan didirikan

b.   Proyek atau usaha yang telah ada

c.    Proyek atau usaha yang baru selesai dibangun

Studi kelayakan /evaluasi proyek bertujuan menilai kelayakan suatu gagasan, bisa dalam bentuk  usaha  atau  proyek  dan  hasil  dari  penilaiannya  merupakan  bahan  pertimbangan apakah proyek/usaha tersebut diterima atau ditolak.

Cara    yang    terbaik    untuk   meningkatkan    kesempatan    meraih    keberhasilan    adalah merencanakan  dan  bekerja  berdasarkan  perencanaan,  secara  umum  dituangkan  dalam naskah feasibility study.

Pandangan Wirasusaha Terhadap Studi Kelayakan

Pada  umunya  pemohon  kredit,  selain  harus  melengkapi  persyaratan  administratif,  juga dinilai berdasarkan kriteria 5C, yaitu :

a.   Charakter, sikap mental dalam kaitannya dengan tindakan tercela/  melanggar hukum. b.   Capacity, yaitu kemampuan untuk membayar hutang beserta bunganya.

c.    Capital, yaitu neraca, aset, atau perputaran modal

d.   Condition, yaitu faktor yang mendorong, membantu atau menghambat                proyek

e.           Collateral, yaitu jaminan yang dapat diberikan.

Laporan Feasibility Study dalam bentuk Naskah Tertulis

Hasil dari suatu studi kelayakan adalah laporan yang sifatnya harus tertulis. Ada beberapa alasan mengapa laporan feasibility study penting dalam bentuk naskah, yaitu :

a.   Suatu rencana usaha harus dinilai secara objektif, kritis dan tidak emosional.

b.   Rencana usaha merupakan alat operasi, jika digunakan secara tepat akan membantu mengelola usaha secara efektif dan efisien.

c.    Rencana usaha memberikan  informasi yang diperlukan pihak lain untuk menilai suatu

usaha: Bank, Pemerintah, Mitra, Perijinan dll.

Dalam bentuk naskah atau laporan tertulis, pihak-pihak yang berkepentingan dengan studi kelayakan antara lain :

a.   Pihak Investor

Investor sangat berkepentingan dengan besarnya dana yang diperlukan untuk kegiatan tersebut, berapa lama dapat dikembalikan, berapa besar keuntungan yang dapat diperoleh dari investasi tersebut, atau sejauh mana risiko pada investasi tersebut, bagaimana risiko dapat diatasi dan bagaimana jaminan keselamatan dana investasi tersebut. Semua aspek yang menyangkut beberapa pertanyaan tersebut harus tercakup dalam laporan feasibility study.

b.   Pihak Kreditor

Pemberi kredit sangat berkepentingan terhadap kemampuan peminjam dalam pengembalian kredit (pokok beserta bunganya). Untuk itu diperlukan suatu evaluasi yang dapat menginformasikan kemampuan perusahaan dalam pengembalian kredit yang tertanam dalam proyek tersebut.

c.    Pihak Manajemen Perusahaan

d.   Pihak Pemerintah

e.    Pihak Masyarakat

f.    Tujuan Pembangunan Ekonomi

Kerangka Umum Penyusunan Studi Kelayakan

Studi kelayakan harus mengacu kepada suatu tujuan yang telah ditetapkan. Kalau untuk usaha baru maka dalam studi kelayakan penetapan tujuan menjadi titik pangkal (starting point).  Untuk  tujuan  apa  usaha  baru  dibuat  dan  untuk  apa  tujuan  studi  kelayakan dilakukan? Perencanaan usaha sebaiknya didasarkan atas orientasi pasar (market oriented), produk         apa       yang     dibutuhkan      oleh      masyarakat      dan      bagaimana        permintaan      dan penawarannya..   Disamping itu dalam studi kelayakan harus mempelajari berbagai aspek dari mulai aspek pasar, teknis dan zooteknis, finansial, ekonomi sampai dengan pendugaan dampak lingkungan, agar memberikan gambaran kelayakan usaha secara komprehensif. Berdasarkan  hal  itu  maka  studi  kelayakan  bisnis  peternakan  harus  mengacu  kepada kerangka umum penyusunan studi kelayakan,

Tahapan Studi Kelayakan

Dalam membuat suatu studi kelayakan ada beberapa tahapan yang harus dilaksanakan, yaitu:

1.   Timbulnya Gagasan

2.   Penelitian

3.   Pengolahan dan Analisis Data

4.   Penyusunan Laporan

5.   Evaluasi Proyek

6.   Penentuan ranking untuk usulan yang feasible

7.   Rencana pelaksanaan usulan yang disetujui

8.   Pelaksanaan dan atau manajemen proyek


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: