PENYAKIT PADA TERNAK NON RUMINANSIA

13 06 2011

UNGGAS

1. Chronic respiratory Disease (CRD)

Penyebab : Mycoplasma Gallisepticum (Mg)

Stress akibat jeleknya ventilasi dapat menyebabkan CRD

Penularan : induk yang terinfeksi Mg dapat menularkan pada anaknya melalui telur. Penularan juga dapat terjadi melalui kontak langsung.

Ternak : ayam dan kalkun

Tanda-tanda klinik : gangguan respirasi, bersin/batuk, menurunkan bobot badan, meningkatkan konversi pakan, produksi telur menurun (20-30%). Tanda-tanda juga terlihat pada trachea dan kantung udara berlendir, bengkak dan kemerahan. CRD jarang menyebabkan kematian pada ayam, namun kerugian ekonomi akibat penurunan berat badan, peningkatan konversi pakan, dan penurunan produksi telur (breeders and layers).

Diagnosa : – uji serulogik

– pemeriksaan postmortem dengan mengisolasi Mg dari trakea atau                              kantung udara.

Pengobatan :  antibiotic atau chemotherapeutic dan  vaksinasi dan eradikasi Mg adalah cara efektif dalam pengendalian penyakit – pemberian antibiotic seperti tylosin melalui injeksi atau dipping untuk telur yang terinfeksi.

2. Infectious Coryza (Snot)

Penyebab : Hemophilus paragallinarum.

Penularan : menular melalui kontak langsung, melalui air minum atau peralatan yang terkontaminasi.

Tanda-tanda klinik : terjadi inflamasi pada mata, hidung disertai banyak lender, bersin dan muka bengkak. Feed & water intake is reduce, penurunan bobot badan, produksi telur menurun (layers). Tingkat kematian umumnya rendah, tergantung tingkat virulensi-nya.

Diagnosa : sulit dibedakan dengan CRD, harus uji laboratorium dengan cara mengisolasi organisme dari sinus atau kantung udara.

Pengobatan : – pemberian antibiotic, tetapi pencegahan dan eradikasi cara terbaik dalam mengontrol snot. – vaksinasi (khusus di daerah endemic)

3. Pullorum (berak kapur)

Penyebab : Salmonella pullorum

Penularan : anak ayam yang menetas dari telur yang berasal dari induk terinfeksi (carrier) dapat terserang pullorum, sehingga dapat menyebabkan tingginya kematian. Penularan pada anak ayam dapat terjadi melalui kotorannya.

Tanda-tanda klinik : kotoran berwarna putih, pembengkakan pada hati, limpa, dan ginjal Kematian : 25 – 60% 4. Fowl Kholera (pasteurillosis).

Penyebab : Pasteurella multocida Organisme ini tidak tahan terhadap panas, sinar matahari, pengeringan, dan desinfektan.

Penularan : air minum, tanah, uadar, dan peralatan yang terkontaminasi.

Tanda-tanda : – kotoran berwarna hijau – jengger bengkak dan biru – berlendir pada paruh dan hidung – kepala memutar (kehilangan keseimbangan) akibat bakteri telah menginfeksi telinga. – Yolk terdapat pada daerah peritoneal. – Usus halus kemerahan Pencegahan : – antibiotic – Sanitasi yang baik

 

BABI

1. Tubbercullosis

Penyebab : Mycobacterium bovis dan Mycobacterium avium.

Tanda-tanda : – Sesak nafas – Berat badan turun – Terdapat Lesi pada hati, dan ginjal.

2. Brucellosis

Penyebab : Brucella suis

Tanda-tanda (ante mortem) : -Tanda-tanda klinik tidak jelas nampak – Testikular bengkak – Aborsi dan tingkat fertilitas rendah – Lemah pada musim kawin

Tanda-tanda (postmortem) : – bengkak pada hati, ginjal, dan limpa – abscess pada testikel dan seminal testikel – Radang pada selaput lendir di hidung dan tenggorokan (catarrhal metritis) disertai keluar lender.

3. Porcine salmonellosis

Penyebab : Salmonella cholerae suis Kematian dapat mencapai 100%

Tanda-tanda : – Demam tinggi – Telinga dan perut berwarna merah sampai keunguan – Diare dan dehidrasi – Pneumonia – Bobot badan turun


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: