Alasan Biogas Digunakan sebagai Sumber Energi Terbaharukan

13 06 2011

Krisis energi, swasembada daging tahun 2014, dan perubahan iklim merupakan tiga isu penting yang sangat sensitif, karena menyangkut keberlangsungan hidup manusia. Dengan adanya peningkatan jumlah penduduk maka konsumsi energi, dan pangan akan terus meningkat apabila paradigma ini  terus berlanjut tanpa adanya diversifikasi energi dan terciptanya swasembada pangan khususnya daging maka akan terjadi krisis energi dan gizi di Indonesia. Ketika pemenuhan akan kebutuhan energi dan gizi terus dilakukan maka akan adanya dampak lain, yaitu ketidakseimbangan alam yang berimplikasi perubahan iklim.

Penggunaan energi di Indonesia masih didominasi oleh energi fosil. Energi fosil seperti bahan bakar minyak dan gas alam adalah sumber energi tidak dapat diperbaharui karena berasal dari endapan fosil-fosil yang membutuhkan waktu jutaan tahun untuk diproses menjadi minyak bumi dan gas alam. Jika sumber energi ini dipakai secara terus-menerus, maka pada suatu saat ketersediaannya akan menipis. Sedangkan untuk dapat melangsungkan kehidupan manusia memerlukan energi. Masalah lain yang ditimbulkan dengan meningkatnya populasi manusia adalah kebutuhan akan pangan khususnya pangan asal hewan seperti daging, susu dan  telur yang berimplikasi dengan meningkatnya populasi ternak.

Kementerian Pertanian mencanangkan target swasembada daging sapi pada tahun 2014. Untuk memenuhi target program swasembada daging, Maka diperlukan ternak sapi potong sebanyak 14,23 juta ekor diperlukan tiap tahunnya. Jumlah ini tidak termasuk anak sapi yang belum cukup beratnya untuk disembelih serta sapi betina yang masih produktif. Dengan demikian, Pada tahun 2014 populasi sapi akan menjadi 30 juta ekor. Hal ini juga menimbulkan dampak lain, yaitu meningkatnya jumlah produksi limbah ternak yang dapat menjadi sumber pencemar lingkungan apabila tidak dikelola dan diolah dengan baik, contoh pencemaran udara oleh gas methan dan karbondioksida yang berasal dari feses ternak ruminansia.

Gas methan adalah salah satu komponen gas rumah kaca yang menyumbang 15% dari seluruh komponen penyebab pemanasan global. Sekitar 50% emisi gas methan dihasilkan dari kegiatan agribisnis, dengan 20%-60% berasal dari peternakan, terutama ternak besar (sapi). Bertambahnya populasi sapi akan berbanding lurus dengan jumlah produksi feses sapi. Demikian pula gas methan akan meningkat karena kotoran sapi dapat menghasilkan gas methan. Bila feses sapi hanya ditumpuk dan gas methananya tidak ditampung, Maka gas methan akan terlepas ke udara sehingga memberi kontribusi gas efek rumah kaca.

Padahal gas methan yang terdapat pada limbah feses ternak dapat dikelola menjadi salah satu sumber energi alternatif. Untuk itu perlu dilakukan upaya penanganan limbah ternak lebih lanjut sehingga dapat meminimalisir bahkan menghilangkan dampak pencemaran sekaligus menciptakan sumber energi alternatif yang berbasis masyarakat peternakan.

Hal ini didukung oleh adanya peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 5 tahun 2006 tentang kebijakan energi nasional untuk mengembangkan sumber energi alternatif sebagai pengganti bahan bakar minyak. Kebijakan tersebut menekankan pada sumber daya yang dapat diperbaharui sebagai alternatif pengganti bahan bakar minyak dan didukung pula oleh Kementrian ESDM dengan program dan kegiatan prioritas Direktorat Jendral Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi tahun 2011, yaitu pembangunan mandiri energi dengan sasaran 50 desa dan pembangunan digester biogas skala rumah tangga dengan sasaran 3.600 unit (Sumber:http://www.energiterbarukan.net).

Oleh karena itu upaya diversifikasi sumber energi alternatif yang dapat diperbarui (renewable) perlu dilakukan. Salah satu sumber energi alternatif yang relevan dilakukan di Indonesia adalah biogas. Gas ini berasal dari berbagai macam limbah organik seperti sampah biomassa, kotoran manusia, kotoran hewan dapat dimanfaatkan menjadi energi melalui proses anaerobik digestion. Proses ini merupakan peluang besar untuk menghasilkan energi alternatif sehingga akan mengurangi dampak penggunaan bahan bakar fosil dan mengatasi permasalahan limbah organik khususnya limbah peternakan.

Salah satu sumber energi alternatif adalah biogas. Gas ini berasal dari berbagai macam limbah di Indonesia ada dua menurut ESDM, yaitu geothermal dan biogas organik seperti sampah biomassa, kotoran manusia, kotoran hewan dapat dimanfaatkan menjadi energi melalui proses anaerobik digestion. Proses ini merupakan peluang besar untuk menghasilkan energi alternatif sehingga akan mengurangi dampak penggunaan bahan bakar fosil dan mengatasi permasalahan limbah organik khususnya limbah peternakan.

Biogas merupakan salah satu sumber energi alternatif, dalam pengaplikasikannya gas yang dihasilkan dari biogas dapat menjadi sumber bahan bakar yang dapat bersifat komplementer maupun subtitusi dengan gas elpiji (LPG) dan dapat dijadikan sumber pembangkit listrik, Selain itu, pada proses pembuatan biogas akan dihasilkan ikutan berupa sludge yang dapat digunakan sebagai pupuk organik. Maka dari itu Biogas ini layak untuk diterapkan untuk menambah  opsi-opsi penyelesaian permasalahan seputar limbah, perubahan iklim dan sumber energi alternatif berbasis masyarakat peternakan.

Adi Rinaldi Firman, 2011


Aksi

Information

3 responses

19 06 2011
adirinaldifirman

Thx

15 08 2011
raharyo sa.

kita di Senduro, Lumajang Jawa TIMUR, telah membuat Biogas dg menampung kotoran sapi perah/potong dan saat ini sedang mengembangkan pakan alternatif berbahan baku limbah biogas { sludge BGU} dan ditambah bahan2 lain standar pabrik pakan.

16 08 2011
Adi Firman

Semoga Sukses Kawan kita di Lumajang, Bila berkenaan bapak ingin sharing tentang teknis maupun operasional biogas yang biasa dilakukan di tempat Bapak?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: