DIAGNOSA PENYAKIT DAN PENGOBATAN

10 06 2011

Tujuan Diagnosa Penyakit :
•Untuk memastikan kesehatan ternak yang dipotong sebelum dikonsumsi oleh manusia
•memastikan bahwa daging terbebas dari penyakit

Diagnosa Penyakit :
•Antemortem
•Postmortem

PRINSIP DIAGNOSA ANTEMORTEM
1.Menseleksi ternak-ternak yang layak dipotong dan dikonsumsi
2.Mengetahui catatan kesehatan ternak yang dapat memandu dalam diagnosa selama ternak dalam masa karantina
3.Mengurangi kontaminasi, dengan cara mendahulukan pemotongan ternak sehat dan mengakhirkan pemotongan ternak sakit yang masih layak untuk dikonsumsi.
4.Memastikan bahwa ternak-ternak yang cacat (injured animals) mendapatkan perlakuan khusus (receive emergency slaughter) dan manusiawi.
5.Mencegah kontaminasi dari lantai yang terkontaminasi oleh pemotongan ternak sakit/kotor.
6.mengetahuhi ternak-ternak yang sakit dan jenis obat yang diberikan (antibiotic, cheumotherapeutic agent,, insectides, and pesticides).
Diagnosa antemortem :
•selama 24 jam
• > 24 jam, pemeriksaan diulangi
•dilaksanakan dalam ruangan dg pencahayaan yang baik, shg memudahkan pemeriksaan secara kolektif maupun individu.
Beberapa abnormalitas dalam diagnosa antemortem :
• abnormalities in respiration (frekuensi bernafas)
• abnormalities in behaviour
• abnormalities in gait (berjalan tidak normal akibat ada perlukaan di kaki, dada, maupun perut
• abnormalities in posture (terlihat kepala menunduk ketika berdiri atau perut ditekuk)
• abnormalities in conformation (abscess, persendian bengkak, radang ambing, bloated abdomen, prolapsed rectum or uterus)
• abnormalitas warna (pada babi dan kuda)

DIAGNOSA POSTMORTEM
Pemeriksaan setelah pemotongan (completion of dressing)

Teknik diagnosa meliputi :
•Teknik pengamatan, penciuman, perabaan, dan incisions
•Dapat mengklasifikasikan penyakit/perlukaan : acute atau chronic
•Dapat menentukan penyakit bersifat local atau general
•Mengetahui system patologi, relevansinya terhadap system dan organ lainnya (liver, ginjal, jantung, limpa, dan lymphatic system)
•Dapat memberikan keputusan akhir berdasarkan diagnosa antemortem dan postmortem
•Tes laboratorium untuk mendukung diagnosa
Diagnosa Postmortem meliputi pemeriksaan pada :
•Kepala
•Viscera (jantung, paru-paru,hati, ginjal, limpa, gastrointestinal tract, dan uterus pada ternak dewasa)

PENGOBATAN = upaya mengurangi penyebaran penyakit dari ternak yang telah menderita sakit
Upaya : – memisahkan ternak sakit
-pengamatan intensif pada ternak yang lain dari tingkah laku, nafsu makan, tanda-tanda fisik, dll.
– jika perlu ada pengobatan sementara

Pengobatan :
•Oral
•Parenteral (intra musc. atau sub kutan, inhalasi dan melalui vena)
•Intra mamaria (mastitis)
•Intra uterine
•Dermal (salep mata atau kulit)


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: