Organisasi Sosial dan Kepemimpinan

5 05 2011

Pengertian Organisasi Sosial

Organisasi sosial adalah perkumpulan sosial  yang dibentuk oleh masyarakat,  baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama, manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang  tidak dapat mereka capai sendiri (Wikipedia)

Ada dua istilah yang digunakan, yaitu ”social institution” dan ”lembaga  kemasyarakatan”.   Antropolog mengislahkan  “social intitution” (penekanan sistem nilainya) Sosiolog mengistilahkan lembaga kemasyarakatan atau  lembaga sosial (menekankan sistem norma yang memiliki bentuk dan yang abstrak)

Awalnya lembaga sosial terbentuk dari norma-norma yang dianggap penting dalam hidup bermasyarakatan. Terbentuknya lembaga sosial berawal dari individu yang saling membutuhkan ,  kemudian timbul aturan-aturan yang disebut dengan norma kemasyarakatan. Lembaga sosial sering juga dikatakan sebagai sebagai Pranata sosial.

Lembaga sosial merupakan tata cara yg telah diciptakan untuk mengatur hubungan antar manusia dalam sebuah wadah yang disebut dengan Asosiasi. Asosiasi memiliki seperangkat aturan, tata tertib, anggota dan tujuan yang jelas, sehingga berwujud kongkrit.

Ciri-ciri organisasi sosial

  1. Formalitas,  menunjuk kepada adanya perumusan tertulis daripada peraturan-peraturan, ketetapan-ketetapan, prosedur, kebijaksanaan, tujuan, strategi, dan yang lainnya
  2. Hierarkhi, menunjuk pada adanya suatu pola kekuasaan dan wewenang yang berbentuk piramida.
  3. Besarnya dan Kompleksnya, memiliki banyak anggota  sehingga hubungan sosial antar anggota tidak langsung (impersonal)
  4. Rumusan batas-batas operasionalnya  (organisasi) jelas
  5. Memiliki identitas yang jelas.
  6. Keanggotaan formal, status dan peran.

Pengertian Organisasi:

Ketika ada dua orang atau lebih bersama-sama menjalankan atau bekerjasama untuk melakukan suatu pekerjaan dalam rangka mencapai tujuan tertentu, pada dasarnya sudah merupakan suatu organisasi. Karena terjadinya penggabungan atau kerjasama dari dua orang atau lebih tersebut  untuk mencapai suatu tujuan bersama  inilah yang disebut sebagai suatu organisasi.(Hazil dan Panglaykim, 1975, Sutarto 1993).

Menurut Polak (1976) dan Soekanto (1986) yang disebut suatu organisasi adalah suatu kelompok yang sengaja dibentuk atau dibuatkan struktur, yang mengatur hubungan satu sama lain dari sejumlah orang untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu.  Yang dimaksud dengan struktur adalah suatu susunan dari pola antar hubungan intern yang agak stabil.  Sebuah struktur ini terdiri atas: (1) suatu rangkaian status-status atau kedudukan para anggotanya; (2) peranan-peranan yang berkaitan dengan status-status itu; dan (3) unsur-unsur kebudayaan seperti nilai, norma, dan model yang mempertahankan, membenarkan, dan mengagungkan struktur.

Alasan Masuk Organisasi:

Menurut Hick (Sutarto, 1993) seseorang masuk organisasi, karena alasan sosial  dan material. Alasan sosial berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan yang bersifat perlunya pengakuan atau adanya teman, dan alasan material berhubungan dengan orientasi pemenuhan kebutuhan yang bersifat fisikal, seperti dapat memperluas kemampuannya, dapat menekan waktu dalam mencapai tujuan, dan dapat mengambil manfaat.  Dengan demikian fungsi organisasi pada dasarnya adalah sebagai media atau wadah untuk terpenuhinya berbagai kebutuhan manusia, yang dicerminkan diperolehnya manfaat atau keuntungan akibat tujuan-tujuan yang diharapkan dapat tercapai.

Kesimpulan:

Pengertian organisasi menurut Sutarto (1993) berdasarkan kajiannya terhadap sejumlah definisi yang dikemukakan para ahli dapat dikelompokkan menjadi 3 macam, yaitu:

  1. sebagai sekumpulan orang;
  2. sebagai proses pembagian kerja;
  3.  sebagai sistem kerjasama, sistem hubungan atau sistem sosial.

 Sutarto dengan mengacu kepada pendapat The Liang Gie mengemukakan bahwa organisasi bukanlah sekumpulan orang dan bukan pula sekedar pembagian kerja, tetapi lebih sebagai sistem kerjasama, sistem hubungan, sistem sosial, sehingga organisasi  dapat didefinisikan sebagai “sistem saling pengaruh antar orang dalam kelompok yang bekerjasama untuk mencapai tujuan tertentu”.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: