POLA PRODUKSI TERNAK

1 05 2011

Klasifikasi ternak sapi  Berdasarkan jenis kelamin :

  • Bull     : Pejantan
  • Steer  :  dikebiri sebelum dewasa kelamin
  • Stag                   :  dikebiri setelah dewasa kelamin
  • Cow   : Sapi betina sudah beranak
  • Heifer : Sapi dara

Klasifikasi ternak sapi  Berdasarkan umur

  • Vealer : Pedet umur ± 3 bulan
  • Calves : Pedet umur 3 – 12 bulan
  • Yearling : Sapi umur 12 – 24 bulan
  • Two Year Old : Sapi Dewasa umur 24 – 36 bulan
  • Older : Sapi umur > 36 bulan

 

Animal Unit (AU) : adalah  satuan untuk ternak yang  didasarkan  pada  jumlah pakan yang dapat dikonsumsi oleh seekor sapi betina dewasa

Menurut Ensminger (1978) :

  • Bull   = 1,3 AU.
  • Cow   =  1  AU
  • .Heifer = 0,8 AU.
  •  Calf   = 0,6 AU.

Menurut Lenggu (1982) :

  • Pejantan dan Induk  = 1 AU
  • Sapi Muda < 1 tahun = 0,5 AU
  •  Pedet  =0,25 AU.

Didalam Ranch :

  • Pejantan  = 1,25 AU.
  • Induk dan Induk bunting  = 1 AU.
  • Steer (2 tahun)                             = 0,9 AU.
  • Yearling (17 – 24 bulan)             = 0,8 AU.
  • Yearling (12 – 17 bulan)              = 0,65 AU.
  • Dara s/d 1 tahun                           = 0,5 AU.
  • Pedet 3 bulan – disapih              =0,50 AU.
  • Pedet < 3 bulan                            = 0,25 AU.

POLA PRODUKSI

  Terbentuknya pola produksi dipengaruhi:

  1. 1.       Segi wilayah.
  2. 2.       Skala usaha.
  3. 3.        Pola usaha.
  4. 4.       Tujuan usaha/cara produksi.

SEGI WILAYAH

Kondisi wilayah dibagi 2 :

  • Intensif, – wilayah padat  penduduk, sapi dikandangkan (Jawa, Madura,  Bali dan Lombok )
  • Ekstensif, – wilayah jarang penduduk (Sumatra, NTT, Sulawesi Selatan), digembalakan di padang rumput

SKALA USAHA

Ditinjau dari besarnya usaha :

  • Skala usaha besar,- sapi >  40  AU.
  • Skala usaha sedang,- sapi 10  sampai  40 AU.
  • Skala usaha kecil,- sapi < 10 AU

POLA USAHA

Ditinjau dari pola usaha :

  • Peternakan tradisional,

Tidak memperhitungkan input output usaha, ternak kerja dan penghasil pupuk.

  • Peternakan semi komersial

Tambahan pendapatan dan  konsumsi keluarga.

  • Peternakan komersial,

Keuntungan optimal

TIPOLOGI USAHA

  • Sambilan, (kontribusi < 30 %)*
  • Cabang Usaha, (kontribusi 30 – 70 %)*
  • Usaha Pokok, (kontribusi 70 – 100 %)*
  • Industri, (kontribusi 100 % )*

*(kontribusi usaha ternak terhadap pendapatan keluarga)

TUJUAN USAHA

Ditinjau dari tujuan usaha :

  • Usaha peternakan utama,

Menggantungkan hidupnya dari usaha .

  • Usaha peternakan tambahan,

usaha ternak sebagai usaha sambilan.

Pembinaan melalui 3 pola:

  • Pola Unit Pelayanan Proyek (UPP) : Oleh pemerintah
  • Pola Perusahaan Inti Rakyat (PIR) : kerjasama (INTI) dengan (PLASMA)

Pada sapi potong :

PIR Penggemukan

PIR Pakan

PIR bakalan

PIR Saham

Kendala PIR:

  • penyempurnaan sistem agribisnis (bakalan, budidaya dan pemasaran)
  • Penyempurnaan sarana dan prasarana (RPH, pengolahan daging, ketentuan).
  • Tenaga ahli dan pengawasan mutu.
  • Pola Swadana : Swadaya masyarakat

MACAM-MACAM PROGRAM PRODUKSI

A. Cow and Calf Program (Program Induk dan Anak)

  • Menghasilkan pedet bakalan (feeder cattle), induk (Cow) dan anak (Calf)  dipelihara bersama sampai penyapihan, (6-7 bulan).
  • Pemeliharaan   ekstensif (di pastura)

B. Stocker Program (Pembesaran Pedet)

  • Pemeliharaan pedet umur 6 – 12 bulan.
  • Tujuan membesarkan  pedet bukan menggemukan.
  • Pedet dara  (betina  muda),  jantan  atau jantan kebiri

Kebaikan program ini :

  • Resiko kematian lebih kecil.
  • Skala usaha bisa lebih besar
  • Perputaran modal lebih cepat.
  • Peralatan relatif sedikit.

Kekurangannya :

  • Perlu keahlian dalam harga beli dan jual

C. Finishing Program.

1. Fat Calf Program.

  • Menggemukan pedet jantan (sapi perah).
  • Digemukan sampai umur < 1 tahun, lepas kolostrum ( 7-10 hari).

2. Baby Beef Program.

Penggemukan pedet dipotong umur 12-18 bl

Alasan :

  • Tersedianya  bahan pakan
  • Konsumen daging sapi muda

Perlu diperhatikan :

  • Perlu induk dan jantan yang baik,
  • Kelahiran diatur saat pakan banyak

Cara program Baby Beef.

  • Pedet bersama induk tanpa bijian s/d disapih (± 6 bl). Kemudian diberi bijian (Dry lot fattening).
  • Menggunakan “creef-feed”. waktu lebih  pendek.  BB 650 kg umur 12-15 bulan.
  • Kelahiran tepat, BB 300 – 375 kg umur 10-11 bulan.
  • Baby Beef cara ini  disebut Ultra  Baby Beef Daging disukai konsumen karena empuk dan sedikit lemak.

3. Yearling.

  • Digemukkan umur 1 th selama 4 – 6 bulan.
  • Dry Lot Fattening diberi bijian (jagung, kedelai atau biji kapas).
  • Dagingnya empuk, warna kemerahan dan serat daging lebih kasar.
  • Lemak relatif sedikit dan flavor daging lebih terasa.

4. Two Years Old.

  • Digemukan umur 2 th, lama 6 – 8 bulan.
  • Pasture Fattening dengan “Rotation system” di pastura.
  • Serat daging diliputi jaringan lemak (marbling), lemak extra musculair (lemak  tubuh) cukup banyak.
  • Daging lebih merah dan seratnya sudah  kasar

VI. Pure Breed Program.

  • Memproduksi bangsa-bangsa sapi murni
  • Membentuk  bangsa baru atau meningkatkan nilai  genetik
  • Seleksi ketat  dan individu punya catatan tersendiri,
  • Tenaga khusus berpengalaman.
  • sapi yang dihasilkan nilai ekonomis tinggi (mahal)

Aksi

Information

2 responses

26 07 2011
Asep Muis

pemesanan sapi skala banyak untuk wilayah papua barat

2 11 2012
enishi

awsome…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: