MAHASISWA DITANTANG SEBAGAI AGEN PEMBAHARUAN

1 05 2011

Sejak pertengahan 1998, terjadi peningkatan yang cukup signifikan pada jumlah pengangguran karena tutupnya perusahaan- perusahaan di Indonesia. Lembaga kajian ketenagakerjaan CLDS (Center of Labor and Development Studies) memperkirakan bahwa angka pengangguran akan terus meningkat 1 juta sampai 2,5 juta per tahun selama 2002-2004. Untuk tahun 2002, dengan asumsi pertumbuhan 3,3 persen, angka pengangguran diperkirakan akan mencapai jumlah 42 juta orang. Lebih memprihatinkan lagi, terjadinya pembengkakan pengangguran terdidik lulusan perguruan tinggi, yakni dari 1,8 juta orang di tahun 2001 menjadi 1,9 juta pada tahun 2002; 2,41 juta pada tahun 2003, dan mencapai 2,56 juta pada tahun 2004 (Pasaribu, 2002).

Sementara itu, pemerintah sudah tidak mampu menyediakan lapangan pekerjaan bagi para sarjana tersebut. Pemikiran yang kreatif dan inovatif dari para sarjana harus lebih banyak dikembangkan guna menciptakan lapangan kerja baru. Sampai pada saat ini dunia wirausaha belum merupakan sebuah lapangan yang yang diminati dan dinanti bagi para sarjana yang sedang putus asa mencari pekerjaan. Pada dasarnya dunia wirausaha merupakan pilihan yang cukup rasional dalam situasi dan kondisi yang tidak mampu diandalkan, tetapi kelihatannya terdapat sebuah persepsi yang  memunculkan image yang buruk pada dunia wirausaha. Image buruk ini sebenarnya berupa keyakinankeyakinan subjektif yang tidak mengandung kebenaran objektif.

Berdasar kerangka pemikiran Banfe (1991), prasangka buruk ini disebut mitos, dan mitos ini harus segera dihilangkan. Menurut Baumassepe (2001), sangat masuk akal bagi mahasiswa (dengan Atribut- atribut yang dimilikinya) untuk berpola pikir sebagai seorang wirausahawan. Saatnya mahasiswa kembali ditantang untuk menjadi agent of change di bidang ekonomi maupun di berbagai bidang kehidupan yang lain, misalnya dengan ikut kegiatan kemahasiswaan di dalam maupun di luar kampus yang bersifat non profit atau sosial. Tinggal bagaimana mahasiswa mempersiapkan bekal untuk maju ke medan perang tersebut.

Kewirausahaan merupakan alternative pilihan yang paling tepat bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensinya. Kewirausahaan mahasiswa pada penelitian ini adalah kewirausahaan mahasiswa di dalam organisasi kemahasiswaan (intrapreneurship). Sebenarnya mahasiswa telah melakukan kegiatan atau perilaku wirausaha. Perilaku kewirausahaan ini bisa dilihat dari kegiatan wirausaha mahasiswa baik di luar maupun kewirausahaan dalm organisasi (intrapreneurship). Mahasiswa juga telah melakukan perilaku kewirausahaan sesuai dengan Ciri-ciri dan sifat seorang wirausahawan. Di dalam organisasi maupun dalam dalam melaksanakan kegiatan kemahasiswaan, mahasiswa telah membuktikan diri sebagai seorang wirausaha, misalnya saat dia harus memutuskan sesuatu untuk kegiatannya, mengadakan kegiatan seminar atau workshop, memutuskan untuk medirikan unit kegiatan tertentu, tentunya dengan segala resiko yang harus ditanggungnya.

Hal ini senada dengan pendapat Baumassepe (2001) bahwa mahasiswa mempunyai sifat rela berkorban dan berani mengambil resiko terhadap cita-cita yang diperjuangkannya. Dan terakhir adalah berpengetahuan dan berpandangan luas. Jelas mahasiswa adalah golongan intelektual, karena lahir dari tempat-tempat yang menjadi sumber pengetahuan (perguruan tinggi). Dengan bekal pengetahuan dan ilmu yang dimiliki setidaknya menjadi embrio untuk lahir menjadi seorang wirausahawan sejati.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: