HERITABILITAS

27 01 2011

Heriabilitas merupakan suatu tolok ukur yang digunakan dalam suatu seleksi, yaitu untuk mengetahui kemampuan tetua dalam menurunkan kesamaan sifat kepada keturunannya. Menurut Warwick, dkk (1983) heritabilitas adalah istilah yang digunakan untuk menunjukan bagian dari keragaman otal (yang diukur dengan raga) dari suatu sifat yang diakibatkan oleh pengaruh genetic. Secara statisitik merupakan reaksi observed fenotifik variance, yang disebabkan perbadaan hariditas diantara gen dan kombinasi gen genotype individu-individu sebagai suatu unit.

Ada dua pengertian haritabilitas, yaitu

dalam arti luas dan dalam arti sempit, akan tetapi yang digunakan secara unu adalah dalam arti sempit. Heritabilitas dalam arti luas adalah total atau penjumlahan antara ragam genetic, dominantt dan epistasis dibagi dengan total atau penjumlahan antara ragam genetic, dominant, epistasis, dan lingkungan. Sedangkan heritabilitas dalam arti sempit yaitu : Ragam genetic per total atau penjumlahan antara ragam genetic, dominant, epistasis, dan lingkungan.

Besar kecilnya nilai heritabilitas (h2), bekisar antara 0 – 1.0. Heritabilitas untuk sifat yang ekstrim jarang diperoleh untuk sifat kumulatif ternak. Nilai heritabilitas sama dengan nol artinya semua keragaman sifat ditentukan oleh pengaruh lingkungan. Sedangkan nilai heritabilitas sama dengan satu berarti  semua keragaman sifat ditentukan oleh genetic.sehingga untuk nilai ekstrim tersebut tidak mungkin, karena setiap individu ternak akan memperoleh pengaruh dan lingkungan.

Dalam mengukur heritabilitas kadang-kadang diperoleh nilai negatife atau nilai yanglebih dari satu, penaksiran ini secara genetiktidak mungkin. Kelainan tersebut secara statistic dapat disebabkan karena (1) keragaman lingkungan yang berbeda dari ragam yang dianalisis (2) kesalahan pengambilan contoh (3) jumlah sample yang kecil (4) ketidak seimbangan data yang terlalu ekstrim (6) meode statistic yang tidak tepat.

Model Statustika

Dalam analisis regresi untuk menduga nilai heritabilitas, dapat digunakan hubungan antara orang tua dengan keturunan (“parent-offspring”). Untuk pola seperti ini digunakan symbol X sebagai observasi tetua yang merupakan variable bebas, dan symbol Y merupakan data observasi keturunannya yang merupakan variable terikat. Penggunaan analisis ini didalam populasi yang diamati idak terjadi inbred, dan perkawinan secara random.

Model Genetik

Model genetic digunakan untuk menegtahui koefisien dari ragam dan peragam gen aditif, dominant dan interaksinya. Dengan demikian dapat diketahui  besarnya sifat genetic yang akan dirturunkan, baik dari pihak bapak maupun induk dan kemudian ragam genetiknya dapat ditentukan. Akan tetapi untuk menentukan hal tersebut perlu dicari koefisien kekerabatan (“Relation Shif”) dari kedua tetuanya.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: