KRITERIA SELEKSI BEBERAPA JENIS TERNAK

4 05 2011

Kriteria Seleksi

Kriteria  seleksi  adalah  sifat-sifat  yang  diukur  dan  dipertimbangkan   dalam  program seleksi.  Kriteria  seleksi  harus  sejalan  dengan  tujuan  pemuliaan  dan  suatu  saat  bisa berubah sejalan dengan yang diminta oleh konsumen. Kriteria seleksi bisa sifat kuantitatif dan atau  kualitatif,  yang  mungkin  berbeda  untuk  setiap  program  pemuliaan  dan jenis ternak.

Kriteria Seleksi pada Ayam Petelur 

Tujuan  utama  pemuliaan  ayam  petelur  adalah  produksi  telur,  kriteria  seleksi  yang dipertimbangkan dalam suatu program pemuliaan untuk ayam petelur adalah :

1.   Jumlah Telur        – Survivor (hen-day) production

- Hen-housed production

2.   Umur pertama bertelur

3.   Berat telur

4.   Efisiensi pakan

5.   Kualitas Telur      –  Kekuatan/ketebalan  kerabang

-  Kualitas albumen

-  Blood spots

-  Warna kulit

6.   Persistensi produksi

7.   Daya tahan terhadap penyakit

8.   Adaptasi terhadap lingkungan yang spesifik

9.   Daya tetas dan mortalitas (bibit)

Kriteria Seleksi pada Ayam Pedaging

Baca entri selengkapnya »





HUKUM KESEIMBANGAN HARDY and WEINBERG

2 05 2011

G.H. Hardy dan W. Weinberg (1908) secara terpisah mengemukakan dasar-dasar yang terjadi dalam frekuensi gen dalam populasi. Prinsip tersebut berbentuk pernyataan toritis yang dikenal sebagai “Prinsip Ekuilibrium Hardy-Weinberg”. (Suryo.1984).

Proporsi gen dan genotip mesti lebih dahulu diketahui sebelum melaksanakan seleksi terhadap suatu populasi. Secara umum proporsi atau frekuensi gen yang diinginkan relatif kecil dan biasanya dinyatakan dengan simbol p, sedangkan frekuensi gen yang tidak diinginkan disimbolkan dengan q. Frekuensi gen ini biasanya dinyatakan dalam bentuk desimal dan jumlahnya sama dengan satu. Frekuensi gen dapat ditentukan dari frekuensi genotip yang terbentuk hasil kawin silang secara acak (random mating) tanaman-tanaman yang mengandung gen tersebut (M Nasir. 2001). Contoh dari frekuensi yang terbentuk adalah :

Genotip A1A1 A1A2 A2A2
Frekuensi p2 2pq q2
Jumlah Frekuensi p2+2pq+q2=1 atau (p+q)=1

Pada populasi besar frekuensi gen akan terjadi Baca entri selengkapnya »





RIPITABILITAS

30 04 2011

PENGERTIAN DAN MANFAAT REPITABILITAS
Setiap hasil pengamatan produksi menggambarkan hasil kerja sama antara faktor genetik (G) dan faktor lingkungan (E). Apabila pengamatan dilakukan berulang kali (produksi susu, jumlah anak per induk, berat wol dst) maka pengamatan pada E yang pertama berbeda dengan E pada pengamatan kedua, demikian pula selanjutnya tidak akan sama di bawah E pada pengamatan berikutnya.


Hubungan antara produksi pertama dengan produksi berikutnya pada individu tersebut diamati sebagai pengulangan penampilan produksi yang biasa disebut repitabilita

s (angka pengulangan) disimbolkan dengan huruf t. repitabilitas merupakan parameter genetic yang penting dalam ilmu pemuliaan ternak selain heritabilitas.

Repitabilitas dapat didefinisikan sebagai berikut :

1. repitabilitas merupakan bagian dari ragam total (Vp) suatu populasi yang disebabkan oleh karena perbedaan oleh karena perbedaan antar individu yang berkarakter permanen. Baca entri selengkapnya »





ANALISIS HERITABILITAS POLA REGRESI

30 04 2011

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

                  Salah satu aspek yang sangat penting dalam dunia peternakan adalah pemuliabiakan dan lingkungan. Hal ini berkaitan dengan tuntutan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan suatu protein hewani, salah satunya yaitu melalui produk peternakan. Yang dimana suatu produk peternakan harus memiliki kualitas yang baik dan tinggi, dan itu semua hanya dapat diperoleh dari hewan ternak yang berkualitas tinggi pula. Baca entri selengkapnya »





DEFINISI ISTILAH-ISTILAH DALAM ILMU PEMULIAAN TERNAK

30 04 2011

dOWNLOAD PDF

DEFINISI ISTILAH-ISTILAH DALAM ILMU PEMULIAAN TERNAK





Laporan Pemuliaan Ternak (pendugaan nilai heritabilitas berdasarkan pola half-sib, menggunakan Rancangan Acak Lengkap dan tabel analisis varian (ANAVA)

30 04 2011

Download Pdf

LAPORAN PRAKTIKUM PEMULIAAN TERNAK





UTS ILMU PEMULIAAN TERNAK

3 04 2011

1. Dari perkawinan tetua sapi Hereford yang berwarna roan (Rr), dimana gen warna merah (R) bersifat dominan tidak lengkap terhadap gen warna putih (r). Berapa peluang untuk mendapatkan anak sapi 2 ekor warna merah, satu ekor warna roan dan 2 ekor warna putih dari 5 kali kelahiran?

Jawab:

Fx    Roan  x  Roan

F       Rr       x  Rr

Ei      RR     , 2RR     , rr

Peluang warna merah = 0,25 x 5 x 2 = 2,5

Peluang warna roan    = 0,5 x 5 x 1 = 2,5

Peluang warna putih = 0,25 x 5 x 2 = 2,5

= 2/5 RR +1/5Rr + 2/5 rr = 1

0,4 RR + 0,2 Rr + 0,4 rr = 1








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.987 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: