PERUBAHAN MASYARAKAT DALAM MASYARAKAT DESA

5 03 2012

Ahli ilmu sosial yang bernama William F Ogburn, dalam mengembangkan teori evolusi sosialnya, ia menggunakan faktor-faktor biologis dan kebudayaan sebagai faktor-faktor terjadinya perubahan sosial. Kebudayaan non-material atau dalam hal ini teknologi adalah salah satu faktor penting dalam mempengaruhi perubahan sosial. Kebudayaan menurutnya tidak berubah  tetapi semakin berkembang ke arah yang lebih tinggi, kebudayaan saat ini begitu hebat karena banyaknya penemuan atau penciptaan baru (inventions). 

 1.Kebudayaan material tetap disebut juga kebudayaan inertia

Kebudayaan ini berubah secara lamban dan kelihatannya tidak berubah atau bentuknya tetap seperti semula. Misalnya bentuk kebudayaan bisa saja hilang, dibuang atau tidak digunakan lagi.

2. Kebudayaan  baru dapat dinamakan Inventions

Biasanya bentuk kebudayaan yang hilang tidak sebesar bentuk-bentuk budaya baru. Hilangnya bentuk-bentuk yang lama karena diganti oleh bentuk-bentuk kebudayaan yang baru untuk memperbaiki kebudayaan yang lama.

Kebudayaan non-material seperti agama, ilmu pengetahuan, seni, huku atau kebiasaan mengalami suatu akumulasi perubahan dari bentuk yang lama kebentuk yang baru.

Moderenisasi menurut Neil J. Smelser merupakan suatu konsep yang erat sekai hubungannya dengan pembangunan ekonomi.

Pembangunan ekonomi berkembang melalui 4 proses yaitu :

  1. Proses modernisasi teknologi
  2. Proses komersialisasi pertanian
  3. Proses Industrialisasi
  4. Urbanisasi

Perubahan yang diharapkan dapat terjadi akibat dari proses pembangunan mencakup 5 bidang menurut smelser yaitu :

  1. Politik
  2. Pendidikan
  3. Agama
  4. Keluarga
  5. Sertifikasi

Desa dianggap mempunyai kedudukan yang fundamental dalam rangka pembangunan nasional bukan saja karena desa dihuni oleh kurang lebih 70 persen dari penduduk Indonesia, tetapi desa mempunyai ciri-ciri yang mendukung Pembangunan Nasional yaitu :

  1. Desa sebagai sumber produsen pertanian yang mengahsilkan pangan maupun sumber defisa.
  2. Desa sebagai sumber tenaga kerja untuk industri.
  3. Desa sebagai konsumen dari hasil industri.

Desa yang sulit untuk mengadakan perubahan

Dibeberapa daerah pedesaan sampai saat ini masih banyak masyarakat yang tetap terikat dengan tradisi-tradisi yang masih dipertahankan. Norma-norma yang dianut sering terlalu mengikat sehingga sulit untuk mengadakan perubahan yang cukup drastis. Masyarakat  desa yang tradisional cendrung mempunyai kepercayaan yang fatalistik. Kepercayaan fatalistik ini tidak dapat memecahkan persoalan-persoalan sosisal karena ada anggapan sudah menjadi nasibnya demikian.

Desa yang menerima perubahan

Perkembangan industri terutama industri yang berlokasi didaerah pedesaan membawa teknologi modern ke daerah pedesaan sehingga telah banyak  mengubah wajah pedesaan. Industrialisasi yang banyak menggunakan teknologi modern sanagat membutuhkan prasarana-prasarana seperti sarana koomunikasi dan transportasi.

Perubahan yang terjadi akibat adanya usaha pembangunan pedesaan  tidak hanya pengaruh positif, tetapi jg pengaruh negatif. Pengaruh negatif ini berkembang menjadi masalah sosial dan ketegangan sosial. Contohnya pengganguran, kriminalitas dan imitasi gaya hidup.

About these ads

Aksi

Information

Satu tanggapan

2 05 2012
sandrapratama

refrensinya ini dari mn ia?

regard

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.984 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: