FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN TERNAK

1 05 2011

Pertumbuhan dipengaruhi oleh faktor external dan internal. Faktor  external yang paling berperan adalah  makanan,  (Lihat Hk. Pertumbuhan IV). Faktor internal yang paling dominan  mempengaruhi  pertumbuhan adalah kebakaan dan endocrine atau sekresi hormonal (Lihat Hk. Pertumbuhan V dan VI) .

Pertumbuhan setelah sapih dipengaruhi faktor kebakaan.  Namun  manifestasinya harus  ditunjang faktor lingkungan. Dengan ransum sama, beberapa ternak ada yang tumbuh lebih lambat. Perbedaan pertumbuhan ini pengaruh dari faktor genetik.

Kelenjar endocrine adalah kelenjar yang tidak mempunyai  saluran  dan  memproduksi hormon yang disekresikan  ke dalam  darah.

Hormon  adalah zat kimia dari kelenjar endocrine  yang  dibawa aliran darah ke berbagai tubuh dan menimbulkan pengaruh yang specifik.

Kelenjar yang mempengaruhi pertumbuhan adalah :

Kelenjar Pituitary, Kelenjar Thyroid, Kelenjar Ovarium, Kelenjar Testes,  Kelenjar Adrenal.

Kel.  Pituitary berlokasi di bawah otak, di belakang  ‘chiasma  optic’.  Memproduksi beberapa hormon dan  yang  terpenting adalah hormon pertumbuhan yaitu somatotropin.

Hormon pertumbuhan akan merangsang retensi nitrogen (pembentukan protein melebihi protein yang digunakan) sehingga menghasilkan  pertumbuhan murni.

Kel.  Thyroid  terdiri dari 2 lobus, terletak  bergandengan  pada trachea yang berhubungan dengan isthmus. Kel. Thyroid mensekresikan hormon Thyroxin yang fungsinya mengontrol metabolisme tubuh.

Kekurangan Thyroxin pada awal kehidupan dapat  mengakibatkan kekerdilan yang tidak proporsional. Pengembangan daerah bahu dan kepala lebih besar daripada sebagian tubuh bagian posterior.

Kelebihan thyroxin mengakibatkan :  ternak kurang cepat tumbuh dibandingkan dengan yang  normal, karena aktivitas metabolisme berlangsung  lebih aktif dibandingkan yang normal  (aktivitas katabolisme/penguraian lebih kuat daripada anabolisme/ pembentukan).

Bila pakan rendah yodium, kelenjar thyroid tidak cukup memproduksi  hormon thyroxin sedangkan kelenjar  pituitary  akan selalu  menggertak  kelenjar thyroid, hingga  akhirnya  kelenjar thyroid  akan  bertambah besar dan  berkembang  menjadi  penyakit gondok/goiter.

Ovarium, menghasilkan hormon Progesteron dan Estrogen. Hormon Progesteron dapat meningkatkan retensi protein. Hormon  Estrogen pengaruhnya sangat bervariasi  pada  setiap species.

Pada sapi dan domba dapat meningkatkan pertumbuhan namun menurunkan kandungan lemak tubuh.

Testis  memproduksi testosteron dan androgenik (hormon yang  berpengruh terhadap sifat kejantanan).

Androgen berfungsi :

  •  menstimulir pertumbuhan
  • meningkatkan efisiensi pakan
  •   meningkatkan lean dan menurunkan lemak pada karkas.

Androgen lebih efektif digunakan pada ternak betina  dibandingkan  dengan ternak kastrasi.

Kastrasi  pada pedet jantan, domba dan babi mengakibatkan  :

  • Penurunan pertumbuhan.
  • Ternak lebih mudah ditangani,
  • Dapat mengurangi bau daging yang tajam.

Kelenjar Adrenal, berlokasi pada bagian anterior dan medial  ginjal.  Terdiri dari bagian medula dan bagian cortex. Bagian  medula  atau  bagian tengah memproduksi hormon adrenalin. Bagian cortex atau bagian luar mensekresikan beberapa hormon steroid.

Pemberian cortison (salah satu hormon steroid yang diproduksi adrenal cortex) pada sapi dan domba dapat meningkatkan kandungan lemak tubuh. Ternak yang aktivitas kelenjar adrenalnya tinggi cepat menjadi gemuk.

About these ads

Aksi

Information

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.987 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: