Manajemen Dana Bank Syariah

28 03 2011

Manajemen Dana Bank Syariah

Sebagaimana bank-bank lainnya bank syari’ah juga perlu melakukan pengelolaan (manajemen) yang baik terhadap dana yang diterima dari aktivitas funding untuk disalurkan kepada aktivitas financing, dengan harapan bank yang bersangkutan tetap mampu memenuhi kriteria-kriteria likuiditas, rentabilitas dan solvabilitasnya (Muhammad, 2002: 228). Pokok-pokok permasalahan manajemen dana bank pada umumnya dan bank syari’ah pada khususnya adalah :

Bagaimana memperoleh dana.

Yaitu permasalahan seputar kemampuan bank dalam menghimpun dana dari masyarakat.

  1. Bagaimana menyalurkan dana untuk memperoleh pendapatan optimal.  Yaitu permasalahan seputar kemampauan bank mendapatkan keuntungan dari bagi hasil (profit and lost sharing) melalui kegiatan penghimpunan dan penyaluran dana (intermediasy).
  2. Berapa besarnya deviden yang dibayarkan yang dapat dirumuskan pemilik/pendiri dan laba ditahan yang memadai untuk pertumbuhan bank syari’ah. mempunyai tujuan Dari permasalahan tersebut, maka manajemen dana  sebagai berikut :
  • Memperoleh profit yang optimal (pendapatan bagi hasil).
  • Menyediakan aktiva cair yang memadai.
  • Menyimpan cadangan.
  • Melakukan pengelolalaan secara optimal atas dana yang diterima.
  • Memenuhi kebutuhan masyarakat akan pembiayaan

Keberhasilan pihak manajemen bank dalam melakukan manajemen dana akan tercermin pada tingkat kesehatan bank yang dapat dilihat dalam beberapa indikator (Arifin, 2002: 151-160), yaitu :

  1. Kecukupan modal bank Syari’ah

Penentuan berapa besar kebutuhan modal minimum yang dibutuhkan oleh bank Syari’ah didasarkan pada aktiva tertimbang menurut risiko (ATMR). ATMR adalah faktor pembagi (denominator) dari CAR, sedangkan modal adalah faktor yang dibagi (numerator) untuk mengukur kemampuan modal menanggung risiko aktiva tersebut.

  1. Tingkat Likuiditas

Likuiditas bank adalah kemampuan bank untuk memenuhi kewajibannya,  terutama kewajiban dana jangka pendek. Alat ukur dalam pengelolaan likuiditas adalah Cash Rasio ,yaitu likuiditas minimun yang harus dipelihara oleh setiap bank.

  1. Tingkat Rentabilitas

Untuk mengukur tingkat kinerja keuangan (rentabilitas) bank syari’ah dapat menggunkan rasio yaitu :

  1. Return On Assets (ROA)

ROA adalah perbandingan antara pendapatan bersih (net income) dengan rata-rata aktiva (average assets).

  1. b. Return On Equity (ROE)

ROE didefinisikan sebagai perbandingan antara pendapatan bersih dengan rata-rata modal (acerage equity) atau investasi para pemilik bank.

Tabel 2.1. Indikator Kinerja dan Kesehatan Bank Syari’ah

No Indikator Komponen
1. Struktur Modal Rasio modal total terhadap dana simpnan pihak

Ketiga.

2. Likuiditas Rasio Dana Lancar terhadap Dana Simpanan Pihak Ketiga.

Rasio Total Pembiayaan terhadap DPK.

3. Efisiensi Rasio Total Pembiayaan terhadap pendapatan operasional.

Rasio Nilai Inventaris terhadap Total Modal.

4. Rentabilitas Rasio Laba Bersih terhadap Total Aset Rasio Laba bersih Terhadap Total Modal.
5. Aktiva Produktif Rasio total pembiayaan bermasalah terhadap total pembiayaan yang diberikan.

 

About these ads

Aksi

Information

5 responses

23 10 2011
qori fajrila

terima kasih infonya,,saya minta datanya sebagai referensi tugas say,,terima kasih.

24 10 2011
Adi Firman

sama” mba qori

15 11 2011
suhendar

artikelnya singkat tapi sangat berisi..terimakasih atas infonya.

17 11 2011
Adi Firman

Sama-sama Bapak Suhendar

19 09 2012
Rini Iyat

singkat tp jelas

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.987 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: