DASAR-DASAR KESEHATAN TERNAK PERAH

27 01 2011

Sanitasi dan Isolasi
Sanitasi didefinisikan sebagai usaha pencegahan penyakit dengan cara menghilangkan atau mengatur faktor-faktor yang berkaitan dalam rantai perpindahan penyakit tersebut. Penerapan dari prinsip-prinsip tersebut adalah

untuk memperbaiki, mempertahankan atau mengembalikan kesehatan yang baik pada manusia. Dalam berbagai industri pangan sanitasi meliputi berbagai kegiatan secara antiseptic dalam persiapan, pengolahan dan pengemasan produk makanan. Sedangkan dalam produk peternakan sanitasi dilakukan pada berbagai tahapan misalnya pada usaha pembibitan, usaha pembesaran ternak, pemerahan susu, RPH/RPU, tempat pemprosesan daging sampai pada penanganan pasca panen, pengolahan dan penyimpanan daging, susu, telur dan sebagainya.
Kegiatan sanitasi yang behubungan dengan produk makanan meliputi (a) pengawasan mutu bahan mentah, (b) perlengkapan dan suplai air, (c) usaha pencegahan dan kontaminasi penyakit, (d) pengolahan, (e) penggudangan dan (f) kemasan. Memerlukan proses sanitasi yang baik agar kualitas produk yang dihasilkan aman dan sehat.kontaminasi mikroorganisme dapat timbul dalam proses produksi, oleh karenanya sanitasi harus diterapkan dalam semua proses produksi ternak dan penanganan pasca panen.
Resiko terjadinya penyakit pada ternak juga dipengaruhi oleh 3 komponen yaitu : ternak, lingkungan dan mikroorganisme. Sanitaiser harus mempunyai sifat sebagai berikut :

 Merusak mikroorganisme
 Ketahanan terhadap lingkungan
 Sifat-sifat membersihkan yang baik
 Tidak beracun dan tidak menyebabkan iritasi
 Larut dalam air
 Stabil dalam larutan pekat dan encer
 Mudah digunakan
 Banyak tersedia
 Murah
 Mudah diukur dalam larutan yang digunakan
Program yang sukses membutuhkan desinfeksi kandang induk, kandang anak, dan fasilitas isolasi lainnya setelah digunakan. Begitu juga, ternak yang dibeli diisolasi terlebih dahulu beberapa sebelum dimasukkan ke dalam kelompoknya. Tetapi, jika jumlah ternak membesar maka ruang isolasi mengecil. Kekurangan tenaga kerja memaksa peternak menghilangkan kandang pendesinfektan dan pencucian. Untuk alasan yang sama kasus yang mencurigakan yang sebaiknya diisolasi dibiarkan tetap dalam kelompok ternak. Hal ini untuk waktu yang lama akan menyebabkan penyakit berkembang dalam kelompok ternak.

Pengujian dan Vaksinasi
Vaksinasi adalah pemberian antigen untuk merangsang system kebal dan menghasilkan antibody yang khusus terhadap penyakit-penyakit yang ditimbulkan oleh virus, bakteri, dan protozoa. Tujuan vaksinasi adalah untuk memberikan kekebalan (antibody) terhadap tubuh hospes sehingga dapat melawan antigen atau mikroorganisme penyebab penyakit. Program vaksinasi didasarkan atas pertimbangan antara lain :
a) Prevalensi penyakit
b) Resiko timbulnya penyakit
c) Status kekebalan dari bibit
d) Biaya pembuatan vaksin
e) Intensitas dan konsekuensi dari reaksi vaksin
f) Program pergantian flock
g) Ketersediaan vaksin
h) BC ratio dan lainya
Bagian dari mekanisme pertahanan umum, berupa produksi sel darah putih, tubuh juga menghasilkan substansi pertahanan spesifik. Pertahanan spesifik ada dua macam yaitu :
1) Anti body, yang menyerang organisme penyebab penyakit
2) Anti toksin yang menyerang toksin
Substansi ini disebut spesifik karena tiap tipe organisme penyebab penyakit dan toksin yang dihasilkan menyebabkan tubuh menghasilkan antibody dan antitoksin yang secara khusus cukup untuk menghilangkan tipe spesifik organisme penyebab penyakit atau toksin.
Walaupun tidak seluruh penyakit menular dapat dikontrol oleh vaksinasi, vaksin tersedia untuk sejumlah penyakit berbahaya. Cara lain memberikan ternak imunitas melawan penyakit adalah dengan menyuntikkan anti serum yang mengandung antibody melawan penyakit. Antiserum dapat berasal dari ternak yang kuat bertahan terhadap penyakit. Antiserum disuntikan langsung ke dalam aliran darah dan menyebabkan ternak segera imun. Ternak tidak harus membentuk antibody itu sendiri. Itulah sebabnya bentuk immunitas ini disebut immunitas pasif dan immunits ternak yang dibentuk setelah vaksinasi disebut immunitas aktif. Immunitas setelah injeksi antiserum berlangsung tidak lama, antara satu minggu hingga satu bulan. Metode ini hanya digunakan saat menesak, bila penyebaran penyakit sudah berjangkit atau dalam kasusu harus dilindungi selama waktu singkat. Misalnya setelah operasi bedah, ada resiko melalui luka ternak akan terinfeksi tetanus.

Catatan Kesehatan Individual
Biasanya ternak dikeluarkan bila dianggap produksi susunya rendah. Pengeluaran ternak dapat juga berguna untuk mengontrol penyakit, terutama ternak penghasil susu rendah dengan masalah kesehatan.
Catatan melengkapi sejumlah data kesehatan dan status pemuliabiakkan. Program kesehatan mencangkup catatan kesehatan individual ternak. Banyak contoh catatan yang dapat digunakan. Tetapi catatan bercetak itu tidak penting. Buku notes dapat berfungsi untuk mencatat tanggal dan perlakuan setiap keadaan dihubungkan dengan status kesehatan individu ternak. Buku notes dengan catatabn akurat, berlaku dan lengkap sehingga setiap ternak dilengkapi data latar belakang yang sangat bernilai bagi tenaga medis untuk mendiagnosa dan menilai masalah penyakit.

Kontrak Medis
Persetujuan dapat dibuat berdasarkan hukum. Kontrak dapat mencangkup seluruh aspek kesehatan ternak atau terbatas pada masalah tertentu saja sepertyi mastitis atau masalah reproduksi.

Program Prarancang melingkupi :
1) Perjanjian antara peternak dan tenaga medis
2) Penyiapan khusus seperti layanan apa yang diberikan
3) Dasar pembayaran
Ada banyak jadwal pembayaran yang berlaku, caranya yaitu ;
1) Pembayaran rata untuk setiap kunjungan ditambah biaya obat.
2) Pembayaran tiap jam kerja di peternakan ditambah biaya obat.
3) Pembayaran ternak berdasarkan jumlah ternak setahun yang dibayar tiap bulan atau tiap tiga bulan.
4) Ada juga yang menggunakan presentase pendapatan kotor atau keuntungan bersih sebagai dasar pembayaran.

Pelayanan ditampilkan berupa kunjungan, bulanan, pemeriksaan sapi induk dan dara sebelum kawin, pemeriksaan kebuntingan, vaksinasi, pemeriksaan kesehatan ambing, inspeksi dan perlakuan untuk control parasit internal dan perlakuan untuk masalah kesehatan lainnya atas permintaan pemilik saat kunjungan bulanan.

Faktor-faktor yang menandai keadaan kesehatah seekor ternak
1) keadaan nutrisi
2) cara berjalan dan berdiri
3) mata dan telinga
4) membrane mucus, rambut dan kulit
5) pencernaan
6) respirasi
7) sirkulasi darah
8) temperature tubuh
9) produksi.

Sebab-Sebab Penyakit Timbul
Tubuh ternak harus mampu bertahan terhadap organisme penyebab penyakit. Level pertahanan tubuh dapat tergantung pada factor genetic dan factor lingkungan. Jika factor lingkungan tidak menyenagkan, level kertahanan ternak terhadap penyakit menurun dan akibatnya kesempatan ternak menjadi sakit tinggi.
Beberapa keadaan tidak menyenangkan yang mempengaruhi ternak dapat diuraikan sebagai berikut :
a) Kurang substansi esensial seperti oksigen, pakan, dan air
b) Kelelahan
c) Iklim tidak nyaman
d) luka
e) Substansi racun
f) Adanya mikroorganisme penyakit di tubuh

Parasit dapat dikelmpokkan menjadi parasit ternak dan parasit tumbuhan.
1. Parasit Tenak
a) Endoparasit
Endoparasit adalah parasit usus, cacing paru-paru, dan cacing hati. Parasit masuk saat sapi digembalakanatau makan. Parasit memperbanyak diri dengan bertelur banyak, dari telur timbul larva bila lingkungan lembab dan hangat.
b) Protozoa
Protozoa adalah ternak bersel tunggal. Protozoa terdiri dari beberapa bentuk misalnya koksidia yang menyebabkan koksidiosis pada unggas.
c) Ektoparasit
Ektoparasit disebut juga ternak seperti laba-laba. Kelompok terpenting dari kelompok ini adalah kutu dan caplak.
d) Insek
Insek yang dapat menyebabkan penyakit adalah kutu dan lain-lain.

2. Parasit Tumbuhan
a) Jamur
Jamur ditemukan pada atau di adalam kulit. Jamur dapat menyebabakan sakit kulit atau keracunan.

b) Bakteri
Bakteri adalah organisme sel tunggal yang memperbanyak diri dengan pembelahan. Satu bakteri membelah menjadi dua. Bakteri sangat kecil, berukuran 0,001 hingga 0,005 milimeter, dan hanya dapat dilihat menggunakan mikroskop. Bakteri dapat dikelompokkan dalam berbagai cara. Salah satu cara adalah berdasarkan bentuk, misalnya bulat, spiral atau cambuk. Klasifikasi lainnya yaitu mengitu jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk pertumbuhan optimal dan reproduksi.
Bakeri aerobic tumbuh lebih baik dalam lingkungan yang mengandung cukup udara segar. Bakteri anaerobic tumbuh lebih baik jika tidak ada oksigen. Ada spesies yang termasuk keduanya.
Bakteri pathogen hidup pada atau di dalam tubuh makhlik hidup. Bakteri pathogen memberi makan dirinya atas tanggungan induk semang dan menyebabakan infeksi dan penyakit. Bakteri saprofitik memberi makan dirinya dengan substansi yang sudah mati. Bakteri saprofitik umumnya hidup di luar tubuh ternak dan karena itu tidak menyebabkan penyakit infeksi.
Sekelompok mikroorganisme khusus dikenal sebagai virus. Virus menyebabakan penyakit sangat menular. Penyakit-penyakit oleh virus sering kali tidak dapat diobati dan harus dicegah atau vaksinasi. Virus tidak sama dengan bakteri. Virus lebih dari bakteri.
System kibernetik sapi berjalan seimbang pada keadaan normal. Bila terjadi penekanan kepada salah satu sisi maka keseimbangan bergeser ke arah tekanan tersebut dan terjadi pengurangan di isis yang lain. Pemberian pakan yang memperhatikan kualitas, kuantitas, dan kontuinitas merupakan usaha menjaga keseimbangan sisi kanan demikian pula halnya dengan vaksinasi.

About these ads

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.987 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: